Sunday, 17 February 2013

Setengah Penuh Atau Setengah Kosong?






Sebuah ungkapan tentang pandangan kita terhadap sesuatu sering digambarkan orang lewat contoh gelas yang setengah penuh/setengah kosong. Half empty and half full glass. Gelasnya sama, setengahnya berisi air. Apa yang anda lihat dari gambar di sebelah kiri, gelas setengah kosong atau setengah penuh, itu menggambarkan cara pandang anda terhadap sebuah situasi.


Jika Anda menjawab bahwa gelas tersebut penuh, betul!. Dan inilah jawaban yang paling betul. Mengapa? Karena gelas tersebut memang penuh: setengah diisi oleh air dan setengah lagi diisi oleh udara, jadi sememangnyer gelas tersebut penuh. Yang menjawab setengah isi juga betul! jika sudut pandang terhadap isi gelas tersebut tertuju pada air saja. Udara dilupakan untuk sementara.

Setengah kosong juga betul, secara harfiah. Tetapi jawaban seperti menunjukan bahwa kita selalu fokus terhadap yang tidak ada bukan fokus terhadap yang ada yang akan membuat kita memiliki rasa bersyukur. Sementara rasa syukur akan meningkatkan motivasi diri kita. Tetapi untuk kontex lain jawaban ini ada baiknya, misalnya saat kita sedang membuat perangcangan mencapai sesuatu, kita harus melihat kekosongan sehingga dapat menentukan tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk mengisinya.

jelaslah, dari gelas yang mengandungi air setengahnya boleh memberikan banyak sudut pandang. Hal ini menunjukan kepada kita bahwa dalam melihat sesuatu harus dari berbagai aspek, kita tidak boleh melihat dari satu sisi saja dan kemudian menbuat kesimpulan yang seolah tidak boleh diganggu gugat lagi. Jika kebetulan kita melihat pada satu aspek yang positif, alhamdulillah, tetapi jika kita kebetulan melihat pada aspek yang negatif, maka kehidupan kita akan terjebak selamanya pada kepercayaan negatif.


No comments: